Waterfront City itu adalah *sebuah KOTA KECIL di tepi sungai.*
Definisi:* Waterfront City adalah konsep penataan kawasan / kota yang seluruh orientasi pembangunannya menghadap ke air (sungai Kapuas). Bukan 1 bangunan.

*Lingkupnya SANGAT LUAS, ratusan meter sampai kilometer:*
– Taman / Ruang Terbuka Hijau (RTH)
– Jalan pedestrian / jogging track di tepi sungai
– Lapak UMKM, cafe, amphitheatre
– Drainase, lampu hias, landscape
– Tempat parkir, gerbang, gapura
– *Dan salah satu bagiannya adalah DERMAGA*
*Fungsinya:* Fungsi sosial, ekonomi, pariwisata, estetika kota. Untuk bikin kota Kuala Kapuas cantik dan menghadap sungai, bukan membelakangi sungai.
*Anggarannya:* Multi Years, bertahap. Bisa APBD, APBN, CSR. Nilai totalnya puluhan sampai ratusan miliar karena bertahap 5-10 tahun.
*Aturannya:* Diatur di RTRW Kabupaten, Perda Tata Ruang, Masterplan Waterfront.
Singkatnya: *Waterfront City itu KUE-nya yang besar.*
2. DERMAGA WATERFRONT CITY – Ini adalah 1 POTONGAN KUE-nya
*Definisi:* Dermaga adalah *struktur bangunan teknik sipil di atas air* yang berfungsi sebagai tempat bersandar perahu/klotok, tempat naik-turun penumpang, dan penahan tebing sungai biar gak longsor.
*Lingkupnya KECIL & SPESIFIK:*
Hanya struktur itu saja:
– Tiang pancang (yang lu soroti 24 meter itu)
– Pile cap / poer
– Balok dan plat dermaga
– Fender (bantalan perahu)
– Bolder (pengikat tali perahu)
*Fungsinya:* Fungsi TEKNIS & STRUKTURAL. Harus kuat menahan beban, arus sungai Kapuas, dan pasang surut.
*Anggarannya:* 1 paket proyek konstruksi. Misalnya Paket Dermaga Tahap I Rp. 8 Miliar. Itu hanya untuk dermaganya saja.
*Aturannya:* Diatur sangat ketat di SNI Teknik Dermaga, SNI Pemancangan, Peraturan Keamanan Pelayaran.
Singkatnya: *Dermaga itu 1 POTONGAN dari KUE Waterfront City.*







