MUKI dan PEWARNA Kalteng Gelar Doa Bersama di Bundaran Besar, Serukan Pemulihan dari Karhutla

PALANGKA RAYA, Klikkalteng.com – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Tengah, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Wilayah Kalimantan Tengah menggelar doa bersama untuk memohon pertolongan Tuhan agar hujan segera turun dan karhutla dapat dipadamkan.

Kegiatan bertajuk “Doa Bersama Minta Pertolongan Tuhan Turunkan Hujan untuk Padamkan Karhutla Kalimantan Tengah” tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026), mulai pukul 05.30 WIB, di kawasan Bundaran Besar, tepatnya di sekitar Tugu Talawang, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini didukung oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA INDONESIA) Pengurus Daerah Kalimantan Tengah.

Doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian umat Kristiani terhadap bencana karhutla yang berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sehari-hari. Para peserta memanjatkan doa agar hujan segera turun, kebakaran dapat dikendalikan, serta masyarakat Kalimantan Tengah kembali menikmati udara yang bersih dan sehat.
Suasana doa bersama semakin bermakna dengan kehadiran Ev. Hardyanto Dede yang secara khusus membawakan lagu ciptaannya berjudul “Pulihkan Negeri Kami.”
Lagu tersebut diciptakan untuk Kalimantan Tengah di tengah bencana karhutla yang melanda sejumlah wilayah. Melalui lantunan lagu tersebut, tersampaikan doa, harapan, dan kerinduan agar alam Kalimantan Tengah kembali pulih, hujan membasahi bumi, serta masyarakat terbebas dari ancaman kabut asap.
Lagu “Pulihkan Negeri Kami” juga menjadi ungkapan kepedulian spiritual terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Momentum ini sekaligus mengajak berbagai elemen untuk memperkuat solidaritas dan mengambil bagian dalam upaya menghadapi dampak karhutla.
Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk berdoa, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial berupa pembagian masker kepada masyarakat yang melintas di kawasan Bundaran Besar, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Istana Isen Mulang.
Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tetap beraktivitas di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla. Aksi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel asap, meskipun masker biasa tidak sepenuhnya melindungi pemakainya dari seluruh polutan berbahaya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap dampak karhutla perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, selain melalui doa dan dukungan moral.
MUKI Wilayah Kalimantan Tengah bersama PEWARNA INDONESIA Pengurus Daerah Kalimantan Tengah berharap karhutla segera berakhir, kualitas udara berangsur membaik, dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih aman.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk terus memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta mendukung langkah-langkah penanggulangan karhutla.
Doa dan aksi sosial tersebut menjadi ungkapan harapan agar Kalimantan Tengah segera pulih dari bencana karhutla dan kabut asap.
Reporter Endharmoko







